Ustaz Rizal Bagikan Tips Penanganan Permasalahan Siswa

Materi Manajemen Penanganan Siswa Bermasalah disampaikan oleh Ustaz Acep Samsul Rijal, S.Psi, M.Pd. sceara virtual melalui zoom dalam rangkaian acara rapat kerja SMA Pesantren Unggul Al Bayan Anyer, Sabtu (17/7/2022). Wakil Kepala SMA Pesantren Unggul Al Bayan Cibadak Bidang Humas yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMA Pesantren Unggul Al Bayan Anyer periode 2014-2018 itu, dalam materinya, menyampaikan bahwa definisi guru (Undang-Undang nomor 14 Tahun 2005) merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban seorang guru untuk mengarahkan dan mengevaluasi peserta didik atau siswa, terutama siswa bermasalah.

Beliau juga menyampaikan bahwa siswa bermasalah adalah siswa yang perilakunya atau tindakannya tidak diharapkan oleh guru, orang tua, atau masyarakat dan tindakan tersebut cenderung merugikan diri sendiri dan orang lain. Hal ini pun didasari oleh banyak hal, diantaranya faktor internarl karena krisis identitas dan kontrol diri yang lemah, sampa faktor eksternal yang bisa datang dari keluarga, teman Sebaya, dan lingkungan.

Penanganan siswa bermasalah ini harus disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh siswa, dimulai dari tingkat ringan, sedang, dan berat. Hal ini menuntut setiap guru untuk dapat menangani siswa dengan konsisten, adil, kontekstual, dan persuasif agar siswa yang awalnya bermasalah dapat berubah menjadi lebih baik.

“Setiap guru harus dapat memberikan pelayanan terbaik kepada siswa, harus dapat menempatkan diri tegas sekaligus lembut ketika menangani siswa bermasalah. Seorang guru harus dapat memberikan keteladanan kepada siswa agar kita sebagai figur dapat dicontoh oleh siswa,” ungkap Ustaz Rizal.

Lebih lanjut, Ustaz Rizal menekankan pentingnya membangun komunikasi yang efektif dengan siswa agar dapat menyentuh hati para siswa agar mau berubah dan menjadi lebih baik lagi. Selain itu, guru juga harus kreatif dan dapat memberikan layanan pendidikan terbaik sesuai dengan potensi, minat, dan bakat para siswa agar siswa yang awalnya bermasalah dapat menemukan “The Best Version of Himself“.

“Last but not least.  Kita sebagai pendidik harus senantiasa mendoakan siswa kita agar Allah membukakan pintu hidayah karena sesungguhnya Hidayah itu datangnya dari Allah SWT,” pungkasnya.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *