Berada di lingkungan pesantren membutuhkan adaptasi bagi para santri baru Al Bayan Anyer. Pengenalan lingkungan pesantren yang dikenal dengan Masa Ta’aruf (Ma’ruf) menjadi kegiatan yang harus diikuti oleh santri baru untuk mengenal lingkungan Al Bayan Anyer. Selain itu, tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk membentuk karakter santri, memberikan sosialisasi tentang sistem, mengenalkan keilmuan, dan menciptakan suasana keakraban antarsantri dan para assatiz.

Ma’ruf 2020 dibuka oleh Kepala SMA Pesantren Unggul Al Bayan Anyer, Ustaz Deden Ramdani, S.Pd. pada Minggu (12/7/2020) di Masjid Nurul Mahmudah ba’da isya. Dalam kesempatan itu, santri baru pun dikenalkan dengan jajaran assatiz yang juga menjadi panitia dalam kegiatan Ma’ruf 2020 yang bertema “New Me, New Story’, New Familiy“.

Menurut Ustaz Raditya Muttaqin Sarjono, M.Pd., ketua pelaksana kegiatan tersebut, tema Ma’ruf 2020 ini diadaptasi dari kondisi new normal yang kini tengah dihadapi para santri. Dunia pendidikan pun akan memasuki era baru yang mana mereka akan menjalani kehidupan yang baru di Al Bayan Anyer. Kehidupan berasrama yang kental dengan suasana keakraban, kebersamaan, dan kekeluargaan. Kegiatan sangat ini tentu besar manfaatnya untuk para peserta santri baru untuk mengenal lingkungan baru sehingga mereka dapat merasa nyaman berada di Al Bayan Anyer.

Kegiatan Ma’ruf berjalan selama empat hari dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan dimulai dengan qiyamullail dan salat subuh berjamaah, lalu disambung dengan sesi mentoring. Kegiatan inti dimulai pukul 7 WIB yang dibuka dengan salat dhuha berjamaah. Selanjutnya, acara diisi dengan pemberian berbagai materi pokok tentang kepesantrenan, pengenalan dinamika kehidupan di Al Bayan Anyer, bagaimana menjadi santri di Al Bayan anyer, serta praktik ubudiyah dan kemandirian yang akan diterapkan santri dalam kehidupan berasrama.

Rangkaian kegiatan juga diwarnai dengan tadabbur lingkungan Al Bayan Anyer dan outdoor education. Panitia mengemas materi dengan permainan outbound agar peserta lebih asik mengikuti kegiatan. Di sore hari, para peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan pengembangan diri sesuai minat masing-masing. Ada yang mengikuti kompetisi olahraga, bermusik, sampai kegiatan literasi di perpustakaan. Diharapkan dengan kegiatan yang bervariasi tersebut, para peserta tidak akan merasa jenuh dan bosan dalam mengikuti kegiatan selama empat hari.

New Ma’ruf 2020, Menata Kehidupan Baru di Al Bayan Anyer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *