Pandemi Covid-19 membuat sekolah-sekolah menghentikan proses pembelajaran di kelas. Pemerintah melalui Kemendikbud menginstruksikan agar pembelajaran dilakukan dari rumah untuk mencegah penyebaran virus Corona. Pembelajaran daring dengan berbagai platform dan aplikasi menjadi salah satu alternatif untuk melakukan pembelajaran.

Masa pandemi yang belum usai hingga akhir tahun pelajaran 2019-2020 membuat penilaian akhir tahun pun harus dilakukan secara daring. Ujian dapat dilakukan dengan gawai dari guru kepada peserta didik melalui sambungan jaringan internet. Namun, tentu motode seperti ini memiliki keterbatasan seperti kendala teknis sampai tidak ada pengawasan kepada siswa selama pengerjaan tes. Apalagi selama ini SMA Pesantren Unggul Al Bayan Anyer memang memiliki budaya ujian dengan kejujuran.

Menyikapi hal itu, panitia Penilaian Akhir Tahun (PAT) SMA Pesantren Unggul Al Bayan Anyer mewajibkan kepada siswa untuk mengisi pakta integritas yang berisi sembilan butir pernyataan yang mengarah pada kesediaan untuk mengikutik PAT sesuai aturan yang sudah ditentukan. Pernyataan ini diketahui langsung oleh orangtua masing-masing yang membubuhkan tanda tangan pada lembar tersebut. Hal ini sebagai penguatan kepada siswa agar bersikap jujur dan tidak melakukan hal-hal yang tidak patut selama mengikuti ujian. Apalagi tes diikuti siswa dengan diawasi oleh siswa itu sendiri. Siswa tidak hanya menghadapi tes pengetahuan dan pemahaman, kejujuran pun diuji dalam menghadapi godaan, yang mana kesempatan berdiskusi, membuka buku, dan browsing sangat terbuka. Di sinilah siswa mendapat kesempatan mengamalkan nilai kejujuran yang merupakan salah satu nilai yang selalu ditanamkan di Al Bayan Anyer.

SMA Pesantren Unggul Al Bayan Anyer yang baru pertama kali melaksanakan (PAT) secara daring, mencoba memaksimalkan pelaksanaan PAT. Ujian daring yang dilakukan SMA Pesantren Unggul Al Bayan Anyer berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya yang menggunakan platform Google Formulir. Al Bayan Anyer menggunakan Sibiti yang sudah dipercaya lembaga hingga korporasi sebagai platform untuk melakukan assessment.

Sebelum ujian dimulai, panitia pelaksana terlebih dulu membagikan tautan presensi dan tes Sibiti di Google Classroom. Di laman Sibiti, siswa harus melakukan log in dengan menggunakan akun masing-masing dan memilih mata pelajaran yang akan diujikan. Setelah itu, barulah siswa dapat mengerjakan soal dengan durasi yang sudah ditentukan. Siswa dapat mengikuti ujian dengan mudah karena tiga hari sebelum pelaksanaan, siswa diberi pengarahan dan simulasi untuk meminimalisasi kendala teknis saat ujian.

Dari hari pertama hingga memasuki hari keenam (15-20/6/2020 red.), ujian berjalan lancar dengan izin Allah SWT. Orangtua siswa pun benar-benar memberikan dukungan ketika setiap pagi siap sedia memfoto anandanya yang berpakaian rapi sebagai tanda siswa siap mengikuti ujian yang kemudian dikirimkan kepada wali kelas. Para siswa pun mengikuti ujian sesuai ketentuan. Hal ini berjalan baik tak terlepas dari komunikasi antara wali kelas, siswa, dan orangtua siswa yang terlajalin aktif.

Penilaian Akhir Tahun Al Bayan Anyer Jadi Uji Pemahaman dan Kejujuran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *