oleh: Ammar Fauzan Kamil

Pandemi Covid-19 adalah  masalah besar yang terjadi di dunia saat ini. Organisasi kesehatan dunia, WHO dan para peneliti telah mengeluarkan pernyataan bahwa virus ini dapat menular sangat cepat dan dapat menyebabkan kematian. Pemerintah pun mengeluarkan berbagai kebijakan agar dapat menekan angka penularan Covid-19 dan mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Pandemi Covid-19 telah membawa dampak di berbagai aspek kehidupan, mulai dari sektor ekonomi, sosial, dan yang sangat vital terdampak adalah sektor pendidikan. Sebagaimana kita ketahui, dunia pendidikan merupakan cikal-bakal terciptanya manusia-manusia yang arif dan bijak karena di sanalah pergumulan intelektualitas terjadi.
Sementara itu, Ki Hajar Dewantara mengemukakan bahwa pendidikan merupakan cara untuk menjadikan seseorang memiliki kemampuan dasar sehingga manusia itu mampu tumbuh dan berkembang. Tujuan pendidikan tercantum dalam UU. No. 20 Tahun 2003 Tentang sistem pendidikan nasional pasal 3 berisi tentang mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang cerdas, berilmu, kreatif serta dapat menjadikan seseorang siap dalam memahami dan menerima aspek aspek dalam kehidupan.

Pentingnya pendidikan terlihat jelas dari fungsi dan tujuan pendidikan. Maka dari itu, adanya covid-19 tidaklah harus menghentikan langkah pembelajaran bagi generasi muda. Luasnya Indonesia dalam berbagai keberagaman menciptakan polemik di antara kelompok-kelompok masyarakat dalam memahami tujuan dan fungsi pendidikan, seperti halnya banyak sekali orang yang berpikir bahwa pendidikan itu sangat penting, namun ada pula sekelompok orang yang masih beranggapan bahwa pendidikan itu tidak begitu penting. Polemik ini tercipta akibat adanya perbedaan pendidikan yang tidak merata. Apalagi bagi para masyarakat yang memiliki tempat tinggal jauh dari perkotaan, mereka menganggap pendidikan itu tidak penting. Seperti kebanyakan yang kita tahu pula, masyarakat pedalaman sebagian besar menilai bahwa bekerja lebih baik dari pada sekolah. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya keselarasan dalam menerima pendidikan sehingga tercipta ketidakseimbanganan antara masyarakat yang menerima di perkotaan dan masyarakat yang menerima pendidikan di pedesan. Jika bekerja mereka bisa mendapatkan uang guna kebutuhan hidup, sedangkan sekolah lebih cenderung menghabiskan uang. Fenomena tersebut diperkuat dengan adanya kondisi kesenjangan ekonomi.

Pemerintah dalam hal ini seharusnya memberikan kontribusi yang besar guna memberikan akses pendidikan yang maksimal serta memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyaluran suara dan gagasannya terhadap solusi pembelajaran pandemi covid-19. Sejatinya proses pembelajaran di saat pandemi Covid-19 berlangsung diperlukan kontribusi berbagai pihak, dimulai pada tataran pemerintah, tenaga pendidikan, hingga dukungan orang tua. Kebijakan-kebijakan pun diberikan oleh pemerintah seperti pembelajaran jarak jauh, untuk mengoptimalkan kebijakan tersebut di sinilah peran orang tua dan juga tenaga pendidik dalam memberikan dukungan, waktu, serta pengajaran yang maksimal terhadap para siswa Ketika pembelajaran jauh ini diberlakukan.

Dari kebijakan pembelajaraan jarak jauh ini menciptakan modifikasi pembelajaran serta cara pengajaran seperti Blended Learning dan Hybrid learning, Blended Learning merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka dan secara virtual. Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran daring, tapi lebih dari pada itu sebagai elemen dari interaksi sosial. Sedangkan Hybrid learning adalah pembelajaran yang menggabungkan berbagai pendekatan dalam pembelajaran yakni pembelajaran tatap muka, pembelajaran berbasis komputer dan pembelajaran berbasis daring.

Manfaat yang dapat kita rasakan dari Blended learning dan Hybrid Learning ini dapat dijadikan sebagai alternatif di Indonesia pada kondisi seperti saat ini. Ada beberapa manfaat utama yang dapat kita rasakan ketika menggunakan metode blended learning dan hybrid learning di institusi pendidikan seperti Lebih efektif dan efisien, di antara peserta didik memang memiliki cara belajar yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Contohnya saja, ada tipe peserta didik yang dapat semangat belajar sambil mendengarkan musik, di sisi lain, ada juga tipe peserta didik yang lebih menyukai cara belajar dengan suasana yang tenang agar semua materi mudah diserap dan lebih berkonsentrasi. Dengan adanya metode pembelajaran blended learning, hal tersebut merupakan jawaban yang tepat. Peserta didik dapat mengatur dan memilih waktu belajar sendiri di mana saja dan kapan saja. Tentu saja, selain efektif ini akan memangkas biaya bahkan sampai 50% lebih rendah bila dibandingkan dengan cara belajar konvensional. Setelah itu ada tren belajar di masa depan. Tren mengenai blended learning dalam perkembangannya cukup banyak diminati oleh berbagai kalangan. Hal ini karena metode pembelajaran blended learning didukung dengan berbagai ragam kemudahan seseorang dalam mencari informasi tertentu. Metode blended learning juga dapat pengembangan keterampilan digital para siswa dan Pengajar. Dengan menggunakan perangkat digital yang terkoneksi dengan jaringan internet, para siswa dan guru dapat berinteraksi secara intens.

Dalam pada itu, SMA Pesantren Unggul Al Bayan Anyer adalah sebuah sekolah berasrama yang kembali melaksanakan kegiatan belajar di masa pandemi ini. Diawali dengan program bagi kelas XII untuk mendapatkan perguruan tinggi negeri yang diimpikan. Dalam pembelajaran tatap muka, para siswa diwajibkan untuk melaksanakan protokol kesehatan yang telah diatur dalam peraturan pemerintah. Satgas covid-19 setempat mempercayai SMA Pesantren Unggul Al Bayan Anyer dapat melaksanakan dan mengikuti semua arahan yang telah diberikan, yang diizinkan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Tentunya dengan syarat-syarat yang harus dipatuhi oleh pihak sekolah, seperti seluruh siswa diwajibkan untuk melakukan swab PCR sebelum dateng ke SMA Pesantren Unggul Al Bayan Anyer, dan seluruh siswa harus mengikuti serangkaian aturan apabila baru datang ke sekolah, seperti isolasi mandiri selama beberapa hari di ruangan yang telah disediakan oleh pihak sekolah. Ruangan yang digunakan untuk para siswa isolasi tidak boleh dikunjungi dan tidak boleh berinteraksi dengan siswa lain yang sudah datang lama di lingkungan sekolah, setelah melaksanakan isolasi, pihak sekolah mewajibkan untuk para siswa melakukan swab antigen di UKS milik sekolah.

Dari serangkaian peristiwa dan pengalaman di saat pandemi, seyogyanya kita sebagai manusia harus bisa menerapkan kebaruan moda pembelajaran seiring perkembangan zaman. Kita harus mengikuti alur menaklukkan keterbatasan ruang dan waktu guna mendapatkan merdeka belajar yang sebenarnya.

Bekasi, akhir Agustus 2021

Sepenggal Kisah Merdeka Belajar dari Sekolah Berasrama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *